1. Jurnal [Kembali]

JURNAL PRAKTIKUM
OSCILLOSCOPE DAN PENGUKURAN DAYA

Nama: Faren Muhamad Abdad
No BP: 241053007
Tanggal Praktikum:04-03-2025
Asisten:-Dzaky Asyrof
              -MHD Dzikra Halim  

  1. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik


Tegangan DC

Amplitudo Vpp

Perioda

Frekuensi

12 mV
 -
-

Tegangan AC

Amplitudo Vpp

Perioda

Frekuensi

416 mV
10 ms
100 Hz



  1.  Membandingkan Frekuensi


Jenis

Gelombang

Frekuensi Oscilloscope

Frekuensi Function Generator

Sinusoidal

100 Hz
100 Hz

Gergaji

100 Hz
100 Hz

Pulse

100 Hz
100 Hz



  1. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous




Perbandingan

Frekuensi

Frekuensi Generator A

(fy)

Frekuensi Generator B

(fx)

Lissajous





1:1





1000 Hz








1000 Hz





1:2





1000 Hz




2000 Hz





2:1





2000 Hz




1000 Hz





3:1





1000 Hz




3000 Hz





2:3





2000 Hz




3000 Hz





3:2





3000 Hz




2000 Hz



  1. Pengukuran Daya Beban Lampu Seri


Beban

Daya Terukur

V total

I total

Daya Terhitung

1 Lampu


2,2 V0,3 A0,66 Watt

2 Lampu


2,23 V0,24 A0,53 Watt

3 Lampu


2,28 V0,2 A0,45 Wstt



  1. Pengukuran Daya Beban Lampu Parallel


Beban

Daya Terukur

V total

I total

Daya Terhitung

1 Lampu


2,16 V0,33 A0,71 Watt

2 Lampu


2,23 V0,5 A1.15 Watt

3 Lampu


2,3 V0,25 A0,57 Watt


2. Prinsip Kerja [Kembali]

A. PRINSIP KERJA OSCILLOSCOPE

1.Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik
Susun rangkaian seperti gambar berikut



Prinsip kerja :
       Pada rangkaian ini, sumber dc atau power supply sebesar 4v dihubungkan dengan kanal b pada osiloskop untuk mengamati dan mengukur tegangan dari arus searah. Dan untuk grafik sinusoidal dari signal generator diatur frekuensi sebesar 1kHz dan tegangan 4Vp-p, lalu dihubungkan dengan kanal a pada osiloskop, sehingga jika rangkaian dijalankan, maka grafik dari osiloskop dapat diamati

2. Mengukur dan Mengamati Frequency

Prinsip kerja:
    Pada rangkaian ini dihubungkan output function generator yaitu grafik sinusoidal dengan input kanal A dari osiloskop. Lalu catat hasil yang menunjukkkan frekuensi function generator lalu bandingkan dengan hasil frekuensi yang ditunjukkan pada osiloskop.



4. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous




Prinsip Kerja :
       Rangkaian ini menggunkan dua buah function generator yag masing-masing dihubngkan pada kanal A dan kanal B dari osiloskop.  Sinyal yang tidak diketahui dihubungkan pada input A dan sinyal yang dapat dibaca dihubungkan pada kanal  B. Atur frekuensi pada kanal A sampai terbentuk seperti salah satu gambar 2.1 yang ada pada modul, kemudian amati perbandingan frekuensinya.

B.Prinsip Kerja Pengukuran Daya






Prinsip Kerja:
        Prinsip kerja dari kedua rangkaian diatas adalah dengan membuat rangkaian seperti yang terdapat pada modul. Yaitu rangkaian lampu seri dan rangkaian lampu paralel. Kemudian masing-masing rangkaian di berikan beban, lalu diberi sebuah sumber tegangan ac dan dijalankan. Barulah dapat diukur daya yang terbaca pada wattmeternya. Wattmeter satu fasa beroperasi dengan memanfaatkan prinsip elektrodinamika, dimana alat ini menggunakan kumparan arus dan kumparan potensial. Kumparan arus menciptakan medan magnet sejalan dengan besarnya arus yang mengalir, sementara kumparan potensial mengalami rotasi karena adanya torsi yang dihasilkan oleh medan magnet tersebut dan arus yang mengalir dalam kumparan tersebut.





3. Video Percobaan [Kembali]


1.Pengukuran dan Pengamatan Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik





2.Membandingkan Frekuensi Tegangan AC




3.Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous




4.Pengukuran Daya Beban Lampu Seri




5.Pengukuran Daya Beban Lampu Parallel






4. Analisa[Kembali]

1.Mengapa perlu dilakukan kalibrasi sebelum osiloskop digunakan 

JAWAB:Kalibrasi osiloskop perlu dilakukan sebelum digunakan untuk memastikan pengukuran yang akurat dan andal. Berikut alasan utamanya:

  1. Akurasi Pengukuran: Kalibrasi memastikan skala tegangan (vertikal) dan skala waktu (horizontal) sesuai dengan nilai sebenarnya.

  2. Menjaga Kualitas Sinyal: Kalibrasi membantu meminimalkan distorsi atau kesalahan tampilan sinyal pada layar.

  3. Menghindari Kesalahan Analisis: Sinyal yang tidak terkalibrasi dapat menyebabkan interpretasi yang salah, terutama dalam pengukuran sinyal yang kompleks.

  4. Kesesuaian dengan Standar: Kalibrasi memastikan osiloskop sesuai dengan standar internasional atau prosedur pengujian tertentu.

  5. Keandalan Alat Ukur: Seiring waktu, komponen internal osiloskop bisa mengalami perubahan nilai (misal, pada resistor atau kapasitor), sehingga kalibrasi berkala diperlukan.

2.Jelaskan perbedaan tegangan AC dan DC pada osiloskop berdasarkan amplitude,frekuensi,dan           perioda

JAWAB:

1. Amplitudo

  • Tegangan DC: Ditampilkan sebagai garis horizontal datar pada layar osiloskop. Amplitudo tetap (konstan) pada level tegangan tertentu, misal +5V atau -3V, tanpa perubahan naik-turun.
  • Tegangan AC: Ditampilkan sebagai gelombang periodik (misal, gelombang sinus, kotak, atau segitiga) yang berosilasi naik-turun terhadap garis nol. Amplitudo menunjukkan nilai puncak (peak) atau puncak-ke-puncak (peak-to-peak).

2. Frekuensi

  • Tegangan DC: Tidak memiliki frekuensi (0 Hz) karena sinyalnya tidak berubah seiring waktu.
  • Tegangan AC: Memiliki frekuensi tertentu (misal 50 Hz atau 60 Hz untuk listrik PLN). Frekuensi menunjukkan seberapa sering gelombang berosilasi dalam satu detik.

3. Periode

  • Tegangan DC: Tidak memiliki periode karena sinyalnya tidak berbentuk gelombang.
  • Tegangan AC: Memiliki periode (TT), yaitu waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu siklus penuh gelombang. Periode dapat dihitung menggunakan rumus T=1fT = \frac{1}{f}, di mana ff adalah frekuensi.

Visual di Osiloskop:

  • Tegangan DC: Garis horizontal lurus dan stabil di posisi tertentu (di atas atau di bawah garis nol, tergantung polaritas tegangan).
  • Tegangan AC: Tampak sebagai gelombang yang berosilasi secara teratur, menunjukkan siklus naik dan turun.

3.Jelaskan macam-macam bentuk gelombang berdasarkan generator fungsi dan frekuensi

JAWAB:  

    1. Gelombang Sinus (Sine Wave)

  • Bentuk: Kurva halus berosilasi secara simetris terhadap garis nol.
  • Ciri-ciri: Memiliki amplitudo, frekuensi, dan periode yang tetap.
  • Aplikasi: Pengujian sirkuit audio, analisis respons frekuensi, dan simulasi sinyal AC.
  • Pengaruh Frekuensi: Semakin tinggi frekuensinya, semakin rapat gelombangnya pada osiloskop.

    2. Gelombang Kotak (Square Wave)

  • Bentuk: Naik turun secara tiba-tiba antara level tinggi (high) dan rendah (low).
  • Ciri-ciri: Rasio naik-turun biasanya 50% (duty cycle 50%), tetapi dapat diubah.
  • Aplikasi: Pengujian logika digital, sinyal clock pada mikrokontroler, dan pemicu (trigger) pada sirkuit.
  • Pengaruh Frekuensi: Frekuensi tinggi menghasilkan pulsa yang lebih rapat, sedangkan frekuensi rendah menghasilkan pulsa yang lebih jarang.

    3. Gelombang Segitiga (Triangle Wave)

  • Bentuk: Naik dan turun secara linear membentuk sudut segitiga.
  • Ciri-ciri: Perubahan tegangan terjadi secara linier dengan waktu, berbeda dengan gelombang sinus yang kurvanya halus.
  • Aplikasi: Pengujian linearitas sirkuit, osilator, dan kontrol motor.
  • Pengaruh Frekuensi: Frekuensi tinggi membuat segitiga lebih rapat, sedangkan frekuensi rendah membuatnya lebih renggang.

    4. Gelombang Gigi Gergaji (Sawtooth Wave)

  • Bentuk: Naik secara linear dan turun secara tiba-tiba, atau sebaliknya.
  • Ciri-ciri: Digunakan untuk aplikasi yang memerlukan pengisian yang konsisten dan pengosongan cepat.
  • Aplikasi: Penggerak sinyal pada osiloskop analog, sintesis suara, dan kontrol pemindahan gambar di TV tabung.
  • Pengaruh Frekuensi: Semakin tinggi frekuensi, semakin rapat pola gelombang pada layar osiloskop.

    5. Pulsa (Pulse Wave)

  • Bentuk: Mirip dengan gelombang kotak tetapi dengan duty cycle yang dapat diatur.
  • Ciri-ciri: Lebar pulsa dan jeda antar pulsa dapat diubah sesuai kebutuhan.
  • Aplikasi: Pemicu pada sirkuit digital, pengujian respons rangkaian, dan aplikasi PWM (Pulse Width Modulation).
  • Pengaruh Frekuensi: Mengatur kecepatan pengulangan pulsa, sedangkan duty cycle mengatur lebar pulsa.

 4.Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban lampu seri

JAWAB:

karena pada percobaan kali ini data untuk watt yang terukur tidak ada dikarenakan pada pratikum alat ukur kami bermasalah kami tidak bisa membandingkan antara nilai daya terhitung dengan daya yang terukur tetapi seharusnya nilai nya tidak jauh berbeda 

5.Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban lampu pararel

JAWAB:

pada percobaan kali ini juga tidak dapat diukur untuk data terukur karena sekali lagi karena permasalah pada alat ukur pada pratikum kali ini dan tidak dapat dibandingkan antara daya yang terukur dengan nilai yang terhitung



5. Download File[Kembali]

Video Pengukuran dan Pengamatan Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik (klik disini)
Video membandingkan Frekuensi Tegangan AC (klik disini) Video Membandingkan Frekuensi dengan cara lissajous (klik disini) Video Pengukuran daya rangkaian lampu seri (klik disini) Video pengukuran daya rangkaian lampu pararel (klik disini) scan Laporan Akhir Tulis Tangan (klik disini)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MODUL 1 Potensiometer dan tahanan geser dan jembatan wheatsone