- Mengetahui prinsip kerja dari sensor yang digunakan
- Mampu membuat rangkaian dengan mengaplikasikan sensor
- Mampu mengaplikasikan sensor pada rangkaian
A.Alat
1.Baterai
Baterai digunakan pada rangkaian ini berfungsi sebagai sumber energi listrik untuk menjalankan rangkaian.
2.DC Voltmeter
untuk mengetahui beda potensial tegangan DC
B.BAHAN
1.Sensor Hujan
3.Resistor
sebagai tahanan dan komponen pasif
4.LED
![]()
LED suatu semikonduktor yang memancarkan cahaya monokromatik yang tidak koheren ketika diberi tegangan maju.
5.Motor DC
6.Suply 15V
![Jual Vinder Adaptor Switching Power Supply [5V DC / 40A] Online September 2020 | Blibli.com](https://www.static-src.com/wcsstore/Indraprastha/images/catalog/full//90/MTA-2207267/vinder_vinder-switching-power-supply-5v-dc-adaptor-40a---high-quality_full02.jpg)
Sumber masukan daya rangkaian (bisa juga memakai adaptor)



Tegangan LED menurut warna yang dihasilkan:
- Infra merah : 1,6 V.
- Merah : 1,8 V – 2,1 V.
- Oranye : 2,2 V.
- Kuning : 2,4 V.
- Hijau : 2,6 V.
- Biru : 3,0 V – 3,5 V.
- Putih : 3,0 – 3,6 V.
- Ultraviolet : 3,5 V.
Komparator Inverting Voltage reference Negatif
Sensor Hujan FC-37
Sensor Hujan FC-37 ini bilamana terkena hujan maka akan meningkatkan resistansinya sehingga tegangan output yang dikeluarkan oleh sensor ini akan semakin kecil bila tingkat intensitas hujan semakin tinggi.
Rain Sensor ini memiliki teori mendasar yang diambil dari Resistive Humadity Sensor, dimana sensor ini tersusun secara paralel dari konduktor-konduktor yang diletakan pada sebuah papan film pada jarak tertentu, dengan kata lain dengan tersusunnya konduktor-konduktor tersebut pada jarak yang telah ditentukan maka seolah-olah kita memberikan resistansi yang besar bagi arus listrik yang mengalir pada konduktor-konduktor tersebut, berdasarkan rumus V = IR,kita dapat memainkan tegangan dengan resistasi yang berubah-ubah tersebut. Bentuk gambar papan film seperti berikut :Prinsip kerja dari Film board ini- Ketika konduktor-konduktor yang tersusun secara paralel tersebut terkena mengenai air, maka arus listrik yang mengalir akan lebih mudah dibandingkan tidak ada air, karena celah-celah yang diberikan kepada konduktor-konduktor tersebut berkurang sehingga resistanis yang awalnya cukup besar menjadi berkurang sesuai dengan kadar air yang tersentuh konduktor-konduktor papan film tersebut
- Semakin banyak air yang tersentuh oleh konduktor-konduktor papan film tersebut, maka semakin kecil pula resistansinya, sehingga berdasarkan Hukum Khirchoff :
V = I . R
Tegangan yang dihasilkan semakin kecil, dan begitu sebaliknya.
Grafik Sensor
Grafik diatas merupakan invers output dari sensor hujan sebelum masuk ke converter digital
Grafik diatas menunjukkan bahwa Output dari sensor yang telah dikonversikan ke sinyal digital, pada hujan ringan dengan 400cc/menit dan untuk hujan biasa berupa 900cc/menit.
Apabila tingkat intensitas tegangan hujan semakin kecil, maka resistansinya meningkat dan tegangan ouput semakin besar. Sensitivas pada sensor ini dapat diatur dengan mengubah potensiometer yang terdapat pada modul LM393.LM393 adalah Komparator yang di dalamnya terdapat dua Komparator tegangan yang independent. Komparator ini didesain dapat beroperasi pada single power supply dengan tegangan dari 2 sampai 36 volt.
Adapun spesifikasi untuk LM393Wide Single-Supply Range2-36 VSplit-Supply Range±1.0 V to ± 18VVery Low Current Drain Independent of Supply Voltage0.4 mALow Input Bias Current25nALow Input Offset Current5.0 nALow Input Offset Voltage5.0 mVInput Common Mode Range to Ground LevelDifferential Input Voltage Range Equal to Power Supply Voltage
Alasan menggunakan komparator ini karena komparator ini dapat beroperasi tanpa catu daya negatif. Selain itu komparator ini dapat bekerja hanya dengan tegangan 5 volt. Tegangan 5 volt merupakan catu daya yang biasa digunakan mikrokontroler sehingga catu daya dapat diambilkan dari catu daya mikrokontroler apabila sistem yang dibuat menggunakan mikrokontroler.
- SOIL SENSOR
Selain sensor kapasitif, terdapat juga sensor kelembapan resistif yang prinsip kerjanya bergantung pada perubahan nilai resistansi bahan sensor akibat penyerapan uap air. Ketika kelembapan meningkat, air yang terserap akan meningkatkan konduktivitas bahan sensor, sehingga resistansi menurun. Sensor jenis ini sering digunakan dalam aplikasi sederhana karena lebih murah dan mudah diintegrasikan, walaupun akurasinya sedikit lebih rendah dibandingkan sensor kapasitif. Di sisi lain, ada pula sensor kelembapan berbasis semikonduktor atau digital seperti DHT11 dan DHT22, yang telah dilengkapi dengan rangkaian penguat, ADC (analog to digital converter), dan antarmuka digital untuk langsung dikirimkan ke mikrokontroler. Sensor ini biasanya mengukur suhu sekaligus kelembapan, karena suhu juga memengaruhi kapasitas udara dalam menampung uap air. Dalam penggunaannya, sensor kelembapan perlu dikalibrasi dan dilindungi dari kontaminasi atau kotoran yang bisa memengaruhi akurasi pembacaan.
Secara keseluruhan, sensor kelembapan merupakan komponen penting dalam sistem monitoring dan pengendalian lingkungan karena mampu memberikan data yang real-time dan akurat mengenai kondisi udara. Hasil pengukuran sensor ini sangat penting dalam berbagai bidang, mulai dari pertanian, penyimpanan bahan makanan, hingga peralatan medis dan industri farmasi, karena kelembapan yang tidak dikontrol dapat menyebabkan pertumbuhan jamur, kerusakan elektronik, atau penurunan kualitas produk. Maka dari itu, memahami prinsip kerja dan karakteristik dari masing-masing jenis sensor kelembapan sangat penting dalam merancang sistem yang tepat dan andal.
- Touch Sensor
- Relay
- Op-Amp
Simbol Operasional Amplifier (Op-Amp)
Op-Amp memiliki beberapa karakteristik, diantaranya:
a. Penguat tegangan tak berhingga (AV = ∼)
b. Impedansi input tak berhingga (rin = ∼)
c. Impedansi output nol (ro = 0) d. Bandwidth tak berhingga (BW = ∼)
d. Tegangan offset nol pada tegangan input (Eo = 0 untuk Ein = 0)
Amplifier Operasional:
Penguat Pembalik:
Istilah berikut digunakan dalam rumus dan persamaan untuk Penguatan Operasional.
· R f = Resistor umpan balik
· R in = Resistor Masukan
· V in = Tegangan masukan
· V keluar = Tegangan keluaran
· Av = Penguatan Tegangan
Penguatan tegangan:
Gain loop dekat dari penguat pembalik diberikan oleh:
Tegangan Keluaran:
Tegangan keluaran tidak sefasa dengan tegangan masukan sehingga dikenal sebagai penguat pembalik .
Penguat Penjumlahan:
Tegangan Keluaran:
Output umum dari rangkaian yang diberikan di atas adalah;
Jumlah Tegangan Input Amplifikasi Terbalik:
jika resistor inputnya sama, outputnya adalah jumlah tegangan input yang diskalakan terbalik,
Jika R 1 = R 2 = R 3 = R n = R
Output yang Dijumlahkan:
Ketika semua resistor dalam rangkaian di atas sama, outputnya adalah jumlah terbalik dari tegangan input.
Jika R f = R 1 = R 2 = R 3 = R n = R;
V keluar = – (V 1 + V 2 + V 3 +… + V n )
Penguat Non-Pembalik:
Istilah yang digunakan untuk rumus dan persamaan Penguat Non-Pembalik.
· R f = Resistor umpan balik
· R = Resistor Tanah
· V masuk = Tegangan masukan
· V keluar = Tegangan keluaran
· Av = Penguatan Tegangan
Keuntungan Penguat:
Gain total penguat non-pembalik adalah:
Tegangan Keluaran:
Tegangan output penguat non-pembalik sefasa dengan tegangan inputnya dan diberikan oleh;
Unity Gain Amplifier / Buffer / Pengikut Tegangan:
Jika resistor umpan balik dilepas yaitu R f = 0, penguat non-pembalik akan menjadi pengikut / penyangga tegangan
Penguat Diferensial:
Istilah yang digunakan untuk rumus Penguat Diferensial.
· R f = Resistor umpan balik
· R a = Resistor Input Pembalik
· R b = Resistor Input Non Pembalik
· R g = Resistor Ground Non Pembalik
· V a = Tegangan input pembalik
· V b = Tegangan Input Non Pembalik
· V keluar = Tegangan keluaran
· Av = Penguatan Tegangan
Keluaran Umum:
tegangan keluaran dari rangkaian yang diberikan di atas adalah;
Keluaran Diferensial Berskala:
Jika resistor R f = R g & R a = R b , maka output akan diskalakan perbedaan dari tegangan input;
Perbedaan Penguatan Persatuan:
Jika semua resistor yang digunakan dalam rangkaian adalah sama yaitu R a = R b = R f = R g = R, penguat akan memberikan output yang merupakan selisih tegangan input;
V keluar = V b – V a
Penguat Pembeda
Penguat Operasional jenis ini memberikan tegangan output yang berbanding lurus dengan perubahan tegangan input. Tegangan keluaran diberikan oleh;
Input gelombang segitiga => Output gelombang persegi panjang
Input gelombang sinus => Output gelombang kosinus
Penguat Integrator
Penguat ini memberikan tegangan keluaran yang merupakan bagian integral dari tegangan masukan.
- Transistor
- Dioda
Rangkaian
- Buka Proteus > Component Mode > Amplifier, resistor, dioda, sensor(3 buah), transistor, motor, logicstate, Led, Battery, Buzzer, dan relay.
- Buatlah rangkaian dan susunlah seperti pada gambar.
- Terminal Mode > Power dan Ground > Tambahkan Power dan Ground pada posisi seperti di gambar.
- Untuk mengetahui nilainya tekan Virtual Instruments Mode > DC Voltmeter (Volt) dan AC Voltmeter > Tambahkan DC Voltmeter dan AC Voltmeter seperti pada gambar.
- File Rangkaian [Klik Disini]
- Datasheet resistor [klik disini]
- Datasheet relay [klik disini]
- Datasheet transistor [klik disini]
- Datasheet DC motor [klik disini]
- Datasheet voltmeter [klik disini]
- Datasheet dioda [klik disini]
- Datasheet op amp [klik disini]
- Datasheet buzzer [klik disini]
- Datasheet baterai [klik disini]
- Datasheet osiloskop [klik disini]
- Datasheet proximity sensor [klik disini]
- Datasheet sound sensor [klik disini]
- Datasheet flame sensor [klik disini]
- Datasheet touch sensor [klik disini]
- File library touch sensor (klik disini)
- File library sound sensor (klik disini)
- File library proximity sensor (klik disini)














.jpg)







.png)
.png)
.png)


















Komentar
Posting Komentar