NO.BP:2410953007
TANGGAL PRAKTIKUM:29-04-2025
ASISTEN:Nanda Zahril Pisya
RC Seri
Beban
V terukur
I terukur
V pada beban
Impedansi
Xa = 100 ohm
8,25 V
0,0243 A
3,049 200,249 Ω
Xb = 100 ohm
1,322 Xc = 10 uF
5,27 2. RLC Seri
Beban
V terukur
I terukur
V pada beban
Impedansi
Xa = 100 ohm
8,24 V
0,0294 A
0,032 100,404 Ω
Xb = 1 mH
6 Xc = 10 uF
0,012 3. RLC Paralel
Beban
V terukur
I terukur
11
12
13
V pada beban
Impedansi
Xa = 100 ohm
8,25 V
18,8 A
0,081A
0,081A
0,081A
0,003 0,90005 Ω
Xb = 1 mH
8,25 V
18,8 A
17,9 A
17,9 A
17,9 A
0,003 Xc = 10 uF
8,25 V
18,8 A
0,029A
0,029A
0,029A
0,243
1. RC Seri
a. Susunlah rangkaian seperti pada gambar 4.2
b. Atur nilai beban R dan C sesuai dengan kondisi yang dimiliki, dimana pada kit modul, nilai :
• Xa = 100 ohm
• Xb = 100 ohm
• Xc = 10 uF
c. Rangkailah rangkaian menggunakan kabel jumpersesuai dengan bentuk rangkaian yang sudah ada
pada module kit
d. Hubungkan amperemeter dan voltmeter pada base station pada titik yang ditentukan
e. Hidupkan catu daya, atur tegangan sesuai jurnal
f. Ukur nilai arus dan tegangan yang terbaca pada titik yang ditentukan, catat pada jurnal
g. Ukur nilai tegangan pada masing masing beban, catat pada jurnal
h. Hitunglah nilai impedansi rangkaian menggunakan rumus impedansi rangkaian RC
2. RLC Seri
a. Susunlah rangkaian seperti pada gambar 4.4
b. Atur nilai beban R, L dan C sesuai dengan kondisi yang dimiliki, dimanapada kit modul, nilai :
Xa = 100 ohm
Xb = L2 = 1 mH
Xc = 10 uF
c. Rangkailah rangkaian menggunakan kabel jumpersesuai dengan bentuk rangkaian yang sudah ada pada module kit
d. Hubungkan amperemeter dan voltmeter pada base station pada titik yang ditentukan
e. Hidupkan catu daya, atur tegangan sesuai jurnal
f. Ukur nilai arus dan tegangan yang terbaca pada titik yang ditentukan, catat pada jurnal
g. Ukur nilai tegangan pada masing masing beban, catat pada jurnal
h. Hitunglah nilai impedansi rangkaian menggunakan rumus impedansi rangkaian RLC seri
3. RLC Paralel
a. Susunlah rangkaian seperti pada gambar 4.5
b. Atur nilai beban R dan C sesuai dengan kondisi yang dimiliki, dimana pada kit modul, nilai :
Xa = 100 ohm
Xb = 100 ohm
Xc = 100 ohm
c. Rangkailah rangkaian menggunakan kabel jumper sesuai dengan bentuk rangkaian yang sudah ada pada module kit
d. Hubungkan amperemeter dan voltmeter pada base station pada titik yang ditentukan
e. Hidupkan catu daya, atur tegangan sesuai jurnal
f. Ukur nilai arus dan tegangan yang terbaca pada titik yang ditentukan, catat pada jurnal
g. Ukur nilai tegangan pada masing masing beban, catat pada jurnal
h. Hitunglah nilai impedansi rangkaian menggunakan rumus impedansi rangkaian RLC paralel
Analisa pengaruh R,L, dan C terhadap sudut fasa!
1. Resistor (R)
-
Pengaruh terhadap sudut fasa (ϕ):
Tidak menyebabkan pergeseran fasa. -
ϕ = 0°
-
Penjelasan: Dalam resistor murni, tegangan dan arus sefase (mereka naik dan turun bersamaan).
🔸 2. Induktor (L)
-
Pengaruh terhadap sudut fasa (ϕ): Arus tertinggal terhadap tegangan.
-
ϕ = +90° (ideal)
-
Penjelasan: Induktor menunda arus karena harus "mengisi" medan magnet terlebih dahulu. Dalam praktik, tidak selalu 90° karena resistansi dalam lilitan.
🔸 3. Kapasitor (C)
-
Pengaruh terhadap sudut fasa (ϕ): Arus mendahului tegangan.
-
ϕ = -90° (ideal)
-
Penjelasan: Kapasitor memungkinkan arus mengalir dulu saat muatan terkumpul, menyebabkan arus lebih dulu dibanding tegangan
Analisa Impedansi pada Rangkaian RC seri
Scan laporan akhir tulis tangan (KLIK DISINI)
Download video percobaan RLC seri dan RLC pararel (KLIK DISINI)
Komentar
Posting Komentar