JURNAL
PRAKTIKUM
Jembatan
Wheatstone dan Tahanan Geser
Nama: Faren Muhamad Abdad
No BP: 2410953007
Tanggal Praktikum:18-03-2025
Asisten:- Adnan kasogi
- Putri aulia
hasanah
1. Penentuan Karakteristik Alat Ukur
|
Nama Alat |
Model |
Prinsip Kerja |
Ketelitian |
Posisi Alat |
Kelas Isolasi |
Jenis Input |
Range Skala |
Faktor Pengali |
Sensitivitas |
|
Voltmeter I |
2011 |
Besi putar |
0,5 |
Horizontal |
Bintang 3 |
Arus Searah (DC) |
0-350 0-750 |
350,750 |
45-65 Hz |
|
Amperemeter II |
2013 |
Besi putar |
0,5 |
Horizontal |
Bintang 3 |
Arus Searah (DC) |
0-20 |
2,5,10,20 |
45-65 Hz |
2. Variasi
Pengukuran Potensiometer dan Tahanan Geser Seri
|
No |
Xn |
R (Ω) |
R multimeter (Ω) |
R terhitung (Ω) |
I total (A) |
V total (V) |
|
1 |
Xa |
220 |
229,2 |
283,3 |
0,006 |
1,7 |
|
Xb |
550 |
559 |
603,3 |
0,006 |
3,62 |
|
|
Xc |
1000 |
975 |
975 |
0,006 |
7,1 |
|
|
2 |
Xa |
1000 |
974 |
1015,38 |
0,0026 |
2,65 |
|
Xb |
1500 |
1500 |
1526,07 |
0,0026 |
3,96 |
|
|
Xc |
2000 |
2000 |
2026,92 |
0,0026 |
5,27 |
3. Variasi
Pengukuran Potensiometer dan Tahanan Geser Parallel
|
No |
Xn |
R (Ω) |
R multimeter (Ω) |
R terhitung (Ω) |
I total (A) |
V total (V) |
|
1 |
Xa |
220 |
220,2 |
235,19 |
0,0052 |
12,23 |
|
Xb |
550 |
559 |
509,58 |
0,024 |
12,23 |
|
|
Xc |
1000 |
975 |
1019,16 |
0,012 |
12,23 |
|
|
2 |
Xa |
1000 |
997 |
989,01 |
0,0118 |
11,7 |
|
Xb |
1500 |
1512 |
1462,15 |
0,008 |
11,7 |
|
|
Xc |
2000 |
1987 |
2052,63 |
0,0057 |
11,7 |
4. Pengukuran Potensiometer Menggunakan Jembatan
Wheatstone
|
Rs (Ω) |
470 Ω |
|
Rx Multimeter (Ω) |
1034 Ω |
|
Rx Terhitung (Ω) |
1034 Ω |
|
R toleransi (%) |
0 % |
a. Ambil alat ukur seperti dibawah ini:
o Voltmeter (model 2011, 2052)
o Amperemeter (model 2011, 2013)
b. Amati simbol dan data yang tertera pada alat ukur tersebut
c. Gambarkan dan artikan simbol serta data tersebut dan tuliskan karakteristik alat
ukur berdasarkan hasil pengamatan pada Tabel 1.
2. Pengukuran Arus dan Tegangan Menggunakan Potensiometer dan Tahanan Geser Pada Rangkaian Seri
a. Susun rangkaian seperti gambar 1
b. Hubungkan nilai R sebesar 220Ω, 550Ω, dan 1Ω k menggunakan potensiometer dan tahanan geser sesuaikan dengan nilai yang tertera pada jurnal praktikum
c. Gunakan DC power supply sebesar 12V
d. Hidupkan power supply, ukur nilai resistansi, arus, serta nilai tegangannya
e. Ulangi percobaan dengan mengganti nilai R menggunakan potensiometer dan tahanan geser
Arus pada rangkaian gambar 1 mengalir dari positif sumber menuju negatif sumber sehingga arah arus pada rangkaian di atas searah dengan jarum jam. Pada rangkaian seri arus di peroleh dari pembagian tegangan sumber dengan hambatan total (I = Vth / Rth). Pada prinsip rangkaian seri tegangan pada tiap hambatan berbeda beda dan besar nilai arus akan sama pada tiap hambatan sehingga, (Ith = I1 = I2 = I3) dan Vth = (V1 + V2 + V3) dan (Rth = R1 + R2 + R3). Arus yang mengalir dari positif sumber masuk ke kaki resistor R1 sehingga diperoleh tegangan (V1 = I*R1). Arus yang keluar dari kaki resistor R1 masuk ke kaki resistor R2 sehingga diperoleh (V2 = I*R2). Arus yang keluar dari kaki resistor R2 masuk ke kaki resistor R3 sehingga (V3 = I*R3)
3. Pengukuran Arus dan Tegangan Menggunakan Potensiometer dan Tahanan Geser Pada Rangkaian Parallel
a. Susun rangkaian seperti gambar 2
b. Hubungkan nilai R sebesar 220Ω, 550Ω, dan 1Ω kmenggunakan poensiometer dan tahanan geser sesuaikan dengan nilai yang tertera pada jurnal praktikum
c. Gunakan DC power supply sebesar 12V
d. Hidupkan power supply, ukur nilai resistansi, arus, serta nilai tegangannya
e. Ulangi percobaan dengan mengganti nilai R menggunakan potensiometer dan tahanan geser
Arus pada rangkaian gambar 2 mengalir dari positif sumber menuju negatif sumber sehingga arus pada rangkaian di atas searah dengan jarum jam. Tegangan pada rangkaian paralel diperoleh dari jumlah arus total dikali jumlah resistansi hambatan total (V = Ith*Rth). Arus pada rangkaian paralel memiliki nilai yang berbeda-beda sedangkan tegangan akan bernilai sama (Vth = V1= V2 = V3) dan (Ith = I1 + I2 + I3) dan (1/Rth = 1/R1+1/R2+1/R3). Arus yang mengalir dari positif sumber masuk ke kaki resistor R1 lalu keluar menuju negatif sumber menghasilkan (I1=V/R1). Arus yang mengalir dari positif sumber masuk ke kaki resistor R2 lalu keluar menuju negatif sumber menghasilkan (I2=V/R2). Arus yang mengalir dari positif sumber masuk ke kaki resistor R3 lalu keluar menuju negatif sumber menghasilkan (I3=V/R3).
4. Penggunaan Jembatan Wheatstone
a. Hubungkan power supply 5V ke terminal input pada jembatan wheatstone
b. Hubungkan Amperemeter pada rangkaian sebesar 0-100mA
c. Hubungkan Voltmeter pada rangkaian dengan multimeter
d. Hubungkan R1 sebesar 100Ω dan R3 sebesar 220Ω pada jembatan wheatstone
e. Hubungkan masing-masing R2 ke Rv2 dan R4 ke Rv1 pada Potensiometer
f. Hidupkan power supply, atur nilai resistansi pada R4 hingga nilai tegangan menunjukkan angka 0 pada multimeter
g. Catat nilai arus yang tertera pada Amperemeter, kemudian matikan power supply
h. Ukur nilai resistansi R4 dan R2 pada potensiometer menggunakan multimeter kemudian catat nilainya pada jurnal praktikum
Prinsip kerja jembatan hambatan ini adalah defleksi nol. Jika perbandingan hambatan pada kedua lengan sama, maka tidak ada arus yang mengalir melalui galvanometer. Hal ini ditandai dengan defleksi nol pada galvanometer. jika (Rv1*R1 = R3*Rv2) maka arus pada galvanomeneter = 0. Oleh karena itu kita dapat mencari nilai resistansi pada Rv1 hanya dengan mengetahui 3 hambatan lainnya (Rv1 = R3*Rv2 / R1).
· Volmeter >> Alat ukur dengan input AC dengan prinsip kerja besi putar digunakan dalam posisi horizontal memiliki kelas isolasi standar industri dengan skala pengukuran 0-750/0-300 memiliki faktor pengali 7,50 dengan sensivitas 45-65 Hz alat ukur ini digunakan untuk mengukur tegangan dalam suatu rangkaian listrik
· Amperemeter >> Alat ukur yang berfungsi untuk mengukur arus dengan cara dipasang secara seri terhadap rangkaian.pada pratikum kali ini alat ukur ini memiliki input AC dengan prinsip kerja besi putar,tingkat ketelitian 0,5,digunakan dengan posisi horizontal kelas isolasi bintang 3 yaitu untuk standar industri dengan range 0-20,faktor pengali 2,5 dan sensivitas alat ukur ini 45-65 Hz
· Multimeter >> Alat ukur kombinasi dari Amperemeter, Voltmeter, dan Ohmmeter.
2. Analisa perbandingan variasi hambatan terhadap nilai arus dan tegangan menggunakan tahanan geser dan potensiometer pada rangkaian seri!
nilai tegangan sebanding dengan R tetapi berbanding terbalik dengan I (V=R x I) pada rangkaian seri, arus pada masing masing komponen sama, namun tegangan pada masing masing komponen berbeda
3. Analisa perbandingan variasi hambatan terhadap nilai arus dan tegangan menggunakan tahanan geser dan potensiometer pada rangkaian Paralel!
Jawab:
pada rangkaian paralel, tegangan pada masing masing resistor sama, namun arus pada masing masing komponen berbeda
4. Analisa nilai persen R pengukuran potensiometer menggunakan jembatan wheatstone!
Jawab:
Dengan:
Rteori = 1034 ohm
Rmultimeter = 1034 ohm
Hasil yang diperoleh adalah 0%. karena resistasi teori dan yang terukur dengan multimeter sama sehingga tidak didapat persentase error pada percobaan kali ini, sehingga percobaan ini berhasil dilakukan
Download video percobaan (klik disini)
Download laporan akhir tulis tangan (klik disini)
Komentar
Posting Komentar