KONTROL PENGAWETAN BUAH DURIAN PASCA PANEN
1. Pendahuluan
Tugas besar ini merancang sebuah sistem kontrol dan monitoring ruang pengawetan buah durian pasca panen menggunakan rangkaian sistem digital tanpa mikrokontroler. Sistem ini dibuat untuk menjaga kondisi ruang penyimpanan agar buah durian tetap berada pada kondisi yang sesuai, sehingga kualitas buah dapat dipertahankan lebih lama.
Rangkaian ini bekerja dengan membaca beberapa kondisi ruangan, seperti suhu, kelembapan, kualitas udara atau gas, intensitas cahaya, dan deteksi objek. Sensor-sensor tersebut menghasilkan sinyal yang kemudian diproses oleh rangkaian analog dan digital, seperti op-amp, ADC, komparator, counter, gerbang logika, transistor driver, relay, dan output aktuator.
Sensor suhu digunakan untuk mengetahui kondisi panas atau dinginnya ruang penyimpanan. Sensor kelembapan digunakan untuk memantau kadar kelembapan udara. Sensor gas digunakan untuk mendeteksi perubahan kualitas udara di sekitar buah. Sensor LDR digunakan untuk membaca kondisi terang atau gelap ruangan. Sensor IR digunakan untuk mendeteksi keberadaan atau pergerakan objek, misalnya buah atau box yang melewati area sensor.
Output dari sistem ini dapat berupa fan, heater, LED indikator, buzzer, motor, atau relay. Jika suhu terlalu tinggi, maka fan atau pendingin dapat diaktifkan. Jika suhu terlalu rendah, heater dapat diaktifkan. Jika sensor gas, cahaya, kelembapan, atau objek mendeteksi kondisi tertentu, maka sistem akan memberikan respon melalui indikator atau aktuator yang sesuai.
2. Tujuan
Mempelajari cara kerja beberapa sensor yang digunakan dalam sistem, yaitu sensor suhu, sensor kelembapan, sensor gas, sensor LDR, dan sensor IR.
Memahami cara mengolah sinyal sensor analog menjadi sinyal yang dapat diproses oleh rangkaian digital menggunakan op-amp, komparator, dan ADC.
Memahami cara kerja rangkaian digital seperti gerbang logika, counter, comparator, transistor driver, relay, dan output aktuator dalam sistem kendali otomatis.
Mempelajari cara kerja output sistem, seperti fan, heater, LED indikator, buzzer, motor, atau relay berdasarkan kondisi yang terbaca oleh sensor.
Mampu mendesain dan menguji rangkaian kontrol pengawetan buah durian pasca panen menggunakan software Proteus.
3. Alat dan Bahan
A. ALAT
- Input voltage: ac 100~240v / dc 10~30v
- Output voltage: dc 1~35v
- Max. Input current: dc 14a
- Charging current: 0.1~10a
- Discharging current: 0.1~1.0a
- Balance current: 1.5a/cell max
- Max. Discharging power: 15w
- Max. Charging power: ac 100w / dc 250w
- Jenis batre yg didukung: life, lilon, lipo 1~6s, lihv 1-6s, pb 1-12s, nimh, cd 1-16s
- Ukuran: 126x115x49mm
- Berat: 460gr
Output voltage: 5V
Output Current: MAX 3A
Output power:15W
conversion efficiency: 96%
Resistor adalah komponen Elektronika Pasif yang memiliki nilai resistansi atau hambatan tertentu yang berfungsi untuk membatasi dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian Elektronika (V=I R).
Cara menghitung nilai resistor:
.jpeg)

Untuk menghantarkan arus listrik ke satu arah tetapi menghambat arus listrik dari arah sebaliknya. Oleh karena itu, Dioda sering dipergunakan sebagai penyearah dalam Rangkaian Elektronika. Dioda pada umumnya mempunyai 2 Elektroda (terminal) yaitu Anoda (+) dan Katoda (-) dan memiliki prinsip kerja yang berdasarkan teknologi pertemuan p-n semikonduktor yaitu dapat mengalirkan arus dari sisi tipe-p (Anoda) menuju ke sisi tipe-n (Katoda) tetapi tidak dapat mengalirkan arus ke arah sebaliknya.
- Bi-Polar Transistor
- DC Current Gain (hFE) is 800 maximum
- Continuous Collector current (IC) is 100mA
- Emitter Base Voltage (VBE) is > 0.6V
- Base Current(IB) is 5mA maximum
Op-Amp adalah salah satu dari bentuk IC Linear yang berfungsi sebagai Penguat Sinyal listrik. Sebuah Op-Amp terdiri dari beberapa Transistor, Dioda, Resistor dan Kapasitor yang terinterkoneksi dan terintegrasi sehingga memungkinkannya untuk menghasilkan Gain (penguatan) yang tinggi pada rentang frekuensi yang luas. Dalam bahasa Indonesia, Op-Amp atau Operational Amplifier sering disebut juga dengan Penguat Operasional.
Switch adalah suatu komponen jaringan komputer yang berfungsi untuk menghubungkan beberapa perangkat untuk meneruskan data ke perangkat yang dituju.
Sensor yang dapat mengukur dua parameter lingkungan sekaligus, yakni suhu dan kelembaban udara (humidity). Dalam sensor ini terdapat sebuah thermistor tipe NTC (Negative Temperature Coefficient) untuk mengukur suhu, sebuah sensor kelembaban tipe resisitif dan sebuah mikrokontroller 8-bit yang mengolah kedua sensor tersebut dan mengirim hasilnya ke pin output dengan format single-wire bi-directional (kabel tunggal dua arah).
- Memiliki sensitivitas suhu, dengan faktor skala linier antara tegangan dan suhu 10 mVolt/ºC, sehingga dapat dikalibrasi langsung dalam celcius.
- Memiliki ketepatan atau akurasi kalibrasi yaitu 0,5ºC pada suhu 25 ºC seperti terlihat pada gambar 2.2.
- Memiliki jangkauan maksimal operasi suhu antara -55 ºC sampai +150 ºC.
- Bekerja pada tegangan 4 sampai 30 volt.
- Memiliki arus rendah yaitu kurang dari 60 µA.
- Memiliki pemanasan sendiri yang rendah (low-heating) yaitu kurang dari 0,1 ºC pada udara diam.
- Memiliki impedansi keluaran yang rendah yaitu 0,1 W untuk beban 1 mA.
- Memiliki ketidaklinieran hanya sekitar ± ¼ ºC.
Tegangan LED menurut warna yang dihasilkan:
- Infra merah : 1,6 V.
- Merah : 1,8 V – 2,1 V.
- Oranye : 2,2 V.
- Kuning : 2,4 V.
- Hijau : 2,6 V.
- Biru : 3,0 V – 3,5 V.
- Putih : 3,0 – 3,6 V.
- Ultraviolet : 3,5 V.
- Konfigurasi pin Relay dihubungkan ke 5V
- GND dihubungkan ke GND
- IN1/Data dihubungkan ke pin 2
Motor Listrik DC atau DC Motor adalah suatu perangkat yang mengubah energi listrik menjadi energi kinetik atau gerakan (motion). Motor DC ini juga dapat disebut sebagai Motor Arus Searah. Seperti namanya, DC Motor memiliki dua terminal dan memerlukan tegangan arus searah atau DC (Direct Current) untuk dapat menggerakannya. Motor Listrik DC ini biasanya digunakan pada perangkat-perangkat Elektronik dan listrik yang menggunakan sumber listrik DC seperti Vibrator Ponsel, Kipas DC dan Bor Listrik DC.

4. Dasar Teori
1) Resistor

Transistor adalah sebuah komponen di dalam elektronika yang diciptakan dari bahan-bahan semikonduktor dan memiliki tiga buah kaki. Masing-masing kaki disebut sebagai basis, kolektor, dan emitor.
1. Emitor (E) memiliki fungsi untuk menghasilkan elektron atau muatan negatif.
2. Kolektor (C) berperan sebagai saluran bagi muatan negatif untuk keluar dari dalam transistor.
Berfungsi sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung arus (switching), stabilisasi tegangan, dan modulasi sinyal. Selain itu, transistor biasanya juga dapat digunakan sebagai saklar dalam rangkaian elektronika. Jika ada arus yang cukup besar di kaki basis, transistor akan mencapai titik jenuh. Pada titik jenuh ini transistor mengalirkan arus secara maksimum dari kolektor ke emitor sehingga transistor seolah-olah short pada hubungan kolektor-emitor. Jika arus base sangat kecil maka kolektor dan emitor bagaikan saklar yang terbuka. Pada kondisi ini transistor dalam keadaan cut off sehingga tidak ada arus dari kolektor ke emitor.
- Bi-Polar Transistor
- DC Current Gain (hFE) is 800 maximum
- Continuous Collector current (IC) is 100mA
- Emitter Base Voltage (VBE) is > 0.6V
- Base Current(IB) is 5mA maximum
- Memiliki sensitivitas suhu, dengan faktor skala linier antara tegangan dan suhu 10 mVolt/ºC, sehingga dapat dikalibrasi langsung dalam celcius.
- Memiliki ketepatan atau akurasi kalibrasi yaitu 0,5ºC pada suhu 25 ºC seperti terlihat pada gambar 2.2.
- Memiliki jangkauan maksimal operasi suhu antara -55 ºC sampai +150 ºC.
- Bekerja pada tegangan 4 sampai 30 volt.
- Memiliki arus rendah yaitu kurang dari 60 µA.
- Memiliki pemanasan sendiri yang rendah (low-heating) yaitu kurang dari 0,1 ºC pada udara diam.
- Memiliki impedansi keluaran yang rendah yaitu 0,1 W untuk beban 1 mA.
- Memiliki ketidaklinieran hanya sekitar ± ¼ ºC.
Sensor suhu IC LM35 memiliki keakuratan tinggi dan mudah dalam perancangan jika dibandingkan dengan sensor suhu yang lain, sensor suhu LM35 juga mempunyai keluaran impedansi yang rendah dan linieritas yang tinggi sehingga dapat dengan mudah dihubungkan dengan rangkaian kontrol khusus serta tidak memerlukan seting tambahan karena output dari sensor suhu LM35 memiliki karakter yang linier dengan perubahan 10mV/°C. Sensor suhu LM35 memiliki jangkauan pengukuran -55ºC hingga +150ºC dengan akurasi ±0.5ºC.
Sensor suhu IC LM 35 terdapat dalam beberapa varian sebagai berikut :
- LM35, LM35A memiliki range pengukuran temperature -55ºC hingga +150ºC.
- LM35C, LM35CA memiliki range pengukuran temperature -40ºC hingga +110ºC.
- LM35D memiliki range pengukuran temperature 0ºC hingga +100ºC. LM35
Kelebihan dari sensor suhu IC LM35 antara lain :
- Rentang suhu yang jauh, antara -55 sampai +150ºC
- Low self-heating, sebesar 0.08 ºC
- Beroperasi pada tegangan 4 sampai 30 V
- Rangkaian menjadi sederhana
- Tidak memerlukan pengkondisian sinyal
- Pengatur Waktu Jeda : Digunakan untuk mengatur lama pulsa high setelah terdeteksi terjadi gerakan dan gerakan telah berahir. *
- Pengatur Sensitivitas : Pengatur tingkat sensitivitas sensor PIR *
- Regulator 3VDC : Penstabil tegangan menjadi 3V DC
- Dioda Pengaman : Mengamankan sensor jika terjadi salah pengkabelan VCC dengan GND
- DC Power : Input tegangan dengan range (3 – 12) VDC (direkekomendasikan menggunakan input 5VDC).
- Output Digital : Output digital sensor
- Ground : Hubungkan dengan ground (GND)
- BISS0001 : IC Sensor PIR
- Pengatur Jumper : Untuk mengatur output dari pin digital.
- Bentuk : Persegi
- Output : Pulsa digital HIGH (3V) ketika mendeteksi pergerakan dan LOW ketika tidak ada pergerakan.
- Rentang Sensitivitas : Sampai dengan 6 meter sebagaimana gambar berikut
- Power Supply : 5V-12V (direkomendasikan 5VDC).
- Gain sangat besar (AOL >>). Penguatan open loop adalah sangat besar karena feedback-nya tidak ada atau RF = tak terhingga, serta pada rentang frekuensi yang luas.
- Impedansi input sangat besar (Zi >>). Impedansi input adalah sangat besar sehingga arus input ke rangkaian dalam op-amp sangat kecil sehingga tegangan input sepenuhnya dapat dikuatkan.
- Impedansi output sangat kecil (Zo <<).
- Detektor Penyilang Nol: mendeteksi tegangan-tegangan di atas nol
- Detektor Taraf Tegangan (positif dan negatif): mendeteksi tegangan-tegangan acuan pada tegangan positif maupun negatif yang sudah kita tentukan.
- Penguat (Buffer): memperkuat amplitudo pada pulsa output nya.
- Penguat 2 Tingkat: seperti rangkaian Buffer, tetapi mengalami 2 kali penguatan.
- Pembangkit Isyarat: untuk membangkitkan pulsa
- Rangkaian Diverensial: untuk pengukuran pengendalian instrumentasi dan penguat sinyal-sinyal yang sangat lemah.
- Rangkaian Instrumentasi: untuk memperbaiki penguat differensial.
5. Percobaan
Cara Kerja Rangkaian
Rangkaian ini bekerja untuk memantau kondisi ruang penyimpanan durian pasca panen berdasarkan dua parameter utama, yaitu gas berbahaya dari durian dan kelembapan ruangan.
Pertama, sensor gas MQ-2 membaca kadar gas di dalam ruang pengawetan. Gas ini dapat berasal dari proses pematangan, fermentasi, atau pembusukan durian. Sinyal keluaran sensor MQ-2 berupa tegangan analog. Tegangan ini masuk ke rangkaian voltage buffer menggunakan IC 741, sehingga sinyal sensor menjadi lebih stabil dan tidak terbebani oleh rangkaian berikutnya.
Kedua, sensor kelembapan HIH-5030 membaca tingkat kelembapan udara di dalam ruangan. Semakin tinggi kelembapan, semakin besar tegangan keluarannya. Tegangan dari sensor kelembapan kemudian dibandingkan dengan tegangan referensi dari potensiometer RV3 menggunakan komparator non-inverting IC 741. Jika tegangan sensor lebih besar dari tegangan referensi, maka output komparator menjadi logika 1, artinya kelembapan ruangan terlalu tinggi.
Setelah itu, sinyal dari sensor gas dan sensor kelembapan masuk ke IC 74LS283 sebagai full adder. Pada rangkaian ini, full adder digunakan untuk menjumlahkan kondisi logika dari sensor dan menghasilkan kode digital tertentu.
Kode keluaran dari full adder kemudian dikirim ke IC 74LS47, yaitu IC decoder BCD ke 7-segment. IC ini mengubah kode digital menjadi tampilan angka pada 7-segment display.
2. Sistem mendeteksi durian yang masuk ke box
Cara Kerja Rangkaian
Rangkaian ini berfungsi untuk menghitung jumlah durian yang masuk ke dalam box penyimpanan.
Saat durian melewati sensor IR obstacle sensor, cahaya inframerah akan terhalang atau terpantul oleh durian. Kondisi ini membuat output sensor IR berubah menjadi sinyal digital HIGH/LOW.
Sinyal dari sensor IR kemudian masuk ke IC 74LS90 sebagai counter/pencacah. Setiap kali satu durian melewati sensor, counter akan bertambah satu hitungan.
Output dari counter 74LS90 berupa data biner, misalnya:
| Jumlah Durian | Data Biner |
|---|---|
| 0 | 0000 |
| 1 | 0001 |
| 2 | 0010 |
| 3 | 0011 |
| 4 | 0100 |
Data biner dari counter masuk ke IC 74LS47. IC 74LS47 berfungsi sebagai decoder BCD ke 7-segment, yaitu mengubah data biner dari counter menjadi angka yang dapat ditampilkan pada seven segment.
Jadi, seven segment akan menampilkan jumlah durian yang sudah masuk ke dalam box.
Fungsi Gerbang AND 74LS08
IC 74LS08 digunakan sebagai pendeteksi batas jumlah durian dalam box.
Ketika jumlah durian sudah mencapai batas tertentu, kombinasi output dari counter akan membuat output gerbang AND menjadi 1. Output ini masuk ke resistor R16, lalu mengaktifkan transistor 2N2222.
Saat transistor aktif, arus mengalir ke LED D4, sehingga LED menyala sebagai tanda bahwa box sudah penuh.
Cara Kerja Rangkaian
Rangkaian ini berfungsi untuk mengatur tirai/penutup cahaya secara otomatis berdasarkan intensitas cahaya di ruang pengawetan durian.
Sensor utama yang digunakan adalah LDR. LDR akan membaca terang atau gelapnya ruangan. Nilai hambatan LDR berubah sesuai cahaya. Saat cahaya terang, tegangan keluaran LDR naik. Saat cahaya gelap, tegangan keluaran LDR turun.
Sinyal dari LDR masuk ke op-amp LM358 sebagai voltage buffer. Buffer berfungsi untuk menstabilkan sinyal dari LDR agar tidak mudah terganggu oleh rangkaian berikutnya.
Setelah itu, sinyal masuk ke dua komparator:
| Kondisi Tegangan LDR | Kondisi Ruangan | Aksi Sistem |
|---|---|---|
| Vout < 2 V | Ruangan terlalu gelap | Tirai membuka |
| 2 V – 3 V | Cahaya normal | Motor diam |
| Vout > 3 V | Ruangan terlalu terang | Tirai menutup |
Pada bagian komparator pertama, tegangan LDR dibandingkan dengan referensi sekitar 2 V dari potensiometer RV2. Jika tegangan LDR lebih kecil dari 2 V, output komparator menjadi aktif. Sinyal ini mengaktifkan transistor 2N2222, lalu relay bekerja dan motor tirai bergerak untuk membuka tirai.
Pada bagian komparator kedua, tegangan LDR dibandingkan dengan referensi sekitar 3 V dari potensiometer RV1. Jika tegangan LDR lebih besar dari 3 V, output komparator aktif. Transistor 2N2222 menyala, relay bekerja, dan motor tirai bergerak untuk menutup tirai.
Jika tegangan berada di antara 2 V sampai 3 V, kedua komparator tidak memerintahkan perubahan besar, sehingga motor dalam kondisi diam. Artinya, cahaya ruangan sudah cukup normal.
Fungsi Komponen Penting
LDR berfungsi sebagai sensor cahaya.
LM358 digunakan sebagai buffer dan komparator.
Potensiometer RV1 dan RV2 digunakan untuk mengatur batas cahaya minimum dan maksimum.
Transistor 2N2222 bekerja sebagai saklar untuk mengaktifkan relay.
Relay digunakan untuk menghubungkan motor tirai dengan sumber 12 V.
Dioda D3 dan D6 berfungsi sebagai pelindung transistor dari tegangan balik relay.
Cara Kerja Rangkaian
Rangkaian ini berfungsi untuk menjaga suhu ruang pengawetan durian agar tetap stabil, yaitu tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas.
Sensor yang digunakan adalah LM35. Sensor LM35 membaca suhu ruangan dan menghasilkan tegangan analog. Besarnya tegangan keluaran LM35 sebanding dengan suhu, yaitu sekitar 10 mV/°C.
Contohnya:
| Suhu | Tegangan LM35 |
|---|---|
| 9°C | 0,09 V |
| 12°C | 0,12 V |
| 13°C | 0,13 V |
Karena tegangan LM35 masih kecil, sinyal diperkuat oleh op-amp non-inverting amplifier. Pada rangkaian ini penguatannya sekitar 11 kali, sehingga sinyal suhu menjadi lebih besar dan lebih mudah dibaca oleh rangkaian digital.
Setelah diperkuat, sinyal analog masuk ke ADC0804. ADC0804 berfungsi mengubah sinyal analog dari sensor suhu menjadi data digital 8-bit. Data digital ini kemudian dikirim ke IC 74LS85.
IC 74LS85 bekerja sebagai magnitude comparator, yaitu pembanding data digital. Pada rangkaian ini, 74LS85 membandingkan suhu hasil pembacaan sensor dengan dua batas suhu:
| Kondisi Suhu | Keadaan Sistem |
|---|---|
| Suhu < 9°C | Heater menyala |
| 9°C – 12°C | Kondisi normal, fan dan heater mati |
| Suhu > 12°C | Fan menyala |
Jika suhu terlalu rendah, output comparator mengaktifkan transistor BC547. Transistor kemudian menyalakan relay, lalu relay menghubungkan sumber 12 V ke heater. Heater menyala untuk menaikkan suhu ruangan.
Jika suhu terlalu tinggi, comparator mengaktifkan transistor lain. Transistor menyalakan relay untuk menghidupkan fan/kipas pendingin. Fan bekerja untuk membuang panas atau menurunkan suhu ruangan.
Jika suhu berada pada batas normal, yaitu sekitar 9°C sampai 12°C, maka fan dan heater tidak aktif. Artinya suhu ruang pengawetan sudah sesuai.
Fungsi Komponen Utama
LM35 membaca suhu ruang pengawetan.
Op-amp memperkuat tegangan sensor suhu.
ADC0804 mengubah sinyal analog menjadi data digital.
74LS85 membandingkan suhu dengan batas minimum dan maksimum.
BC547 bekerja sebagai saklar penguat arus untuk relay.
Relay menghubungkan fan atau heater ke sumber tegangan 12 V.
Dioda melindungi transistor dari tegangan balik kumparan relay.
6. Download File
- download file rangkaian : Klik disini
- Download Datasheet Resistor : Klik disini..
- Download Datasheet Transistor BC547 : Klik disini..
- Download Datasheet Op Amp 741 : Klik disini..
- Download Datasheet Dioda 1N4007 : Klik disini..
- Download Datasheet Motor DC : Klik disini..
- Download Datasheet Relay : Klik disini..
- Download Datasheet LED : Klik disini..
- Download Datasheet Baterai : Klik disini..
- Download Datasheet Potensiometer : Klik disini..
- Download Datasheet Button : Klik disini..
- Download Datasheet Seven Segment : Klik disini..
- Download Datasheet XOR Gate : Klik disini..
- Download Datasheet AND Gate : Klik disini..
- Download Datasheet NOT Gate : Klik disini..
- Download Datasheet Kapasitor : Klik disini..
- Download Datasheet IC 74LS47 : Klik disini..
- Download Datasheet Infrared Sensor : Klik disini..
- Download Library Infrared Sensor : Klik disini..













.jpeg)








.jpg)





























.jpg)
Komentar
Posting Komentar